Komisi II DPRD Metro Bahas PAD Parkir

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro, Amrulloh./rd

Cilukba.co, Metro – Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Metro dari sektor parkir diduga bocor. Oleh sebab itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro meminta data akurat pengelolaan parkir pada satuan kerja terkait.

“Tadi sudah disampaikan pas rapat banang langsung ke sekda. Data terbaru dan validnya mana sudah kita minta biar sama-sama bisa kita kroschek semua. Selama 7 bulan sampai dengan bulan ini belum kasih data yang valid, yang dikasih baru data bulan 1, itupun diduga masih banyak manipulasinya,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro, Amrulloh, Sabtu (24/7/2021).

Terkait hal tersebut, Badan Anggaran DPRD Kota Metro juga telah meminta yang akurat terkait PAD parkir dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Banang sudah minta langsung dengan TAPD, Sekda dan BPPRD. Karena ketua TAPD adalah Sekda. Kenapa kita soroti sektor parkir ini, karena pendapatan menjadi tanggung jawab BPPRD dan TAPD beserta Banang,” ujar pria yang akrab disapa Iloh tersebut.

Politisi partai Demokrat itu juga meminta Pemkot melalui Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Perparkiran untuk menyajikan data PAD terbaru.

“Kita minta data itu disajikan secepatnya, paling lambat 3 hari sejak rapat Banang kemarin. Artinya, bulan ini data itu diharapkan sudah siap dipresentasikan,” cetusnya.

Anggota DPRD dari Dapil Metro Timur itu juga mengungkapkan bahwa, terkait akurasi data dan kearsipan dilingkungan Pemerintah dalam negeri diatur dalam Permendagri no 78 tahun 2012.

“Karna itu arsip acuannya dan tanggungjawabnya telah di atur dalam permendagri 78 th 2012 tentang tata kearsipan di lingkungan pemerintah dalam negri dan pemerintah daerah. Ya kalau aturan itu dipakai dan dilaksanakan benar-benar oleh pihak-pihak yang terkait, maka waktu 3 hari itu sudah sangat kelamaan, seharusnya hari itu juga sudah tersedia,” bebernya.

Amrullah memperkirakan, hingga Agustus PAD dari sektor parkir di Bumi Sai Wawai diduga mengalami kebocoran hingga 50 persen.

“Kami menduga ada pungli dan ada kebocoran di sektor parkir ini, yang dilakukan hingga mencapai 50 persen dari total PAD parkir,” pungkasnya.(rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *