Kasus Korupsi Proyek Pasar Cendrawasih, Kejari Tahan P dan S

Kejari Metro menahan P, KPA proyek pembangunan Pasar Cindrawasih./rd

Cilukbaa, Metro – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro melakukan penahanan terhadap dua tersangka tindak pidana korupsi proyek pembangunan pasar Cindrawasih.

Keduanya berinisial P dan S. P Merupakan kuasa pengguna anggaran dan PPK pada kegiatan tersebut, dan S adalah pelaksana kegiatan (pemborong).

“Secara subjektif dan objektif, kami melakukan penahanan terhadap kedua orang tersangka di rumah tahanan kota metro selama 20 hari sejak tanggal sekarang hingga tanggal 10 Maret 2021. Dimana, pada tahun 2018 lalu saudara P menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perdagangan dan pada kegiatan itu P kuasa pengguna anggaran dan PPK,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Metro, Subhan Gunawan, 19/2/2021).

Menurut dia, saat ini penyelidikan guna perkembangan kasus terus dilakukan jajarannya.

“Kemungkinan adanya tersangka lain, kami lihat dari penyidikan dan apabila sudah dilakukan tahap penuntutan dari hasil persidangan. Tidak menutup kemungkinan kami temukan adanya tersangka lain,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Hasil perhitungan keuangan negara yang dihitung oleh BPKP Lampung sekitar Rp481juta lebih.

“Kronologis fakta persidangan ada beberapa item pekerjaan yang tidak dilakukan sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak, lebih lengkap nya kami tidak bisa memberikan keterangan karena itu sudah ranah materi pokok perkara. Pekerjaan itu tahun 2018. Penetapan tersangka dilakukan pada 18 Januari 2021, kemudian pemeriksaan saksi sebanyak 25 orang , dan hari ini kita melakukan penahanan terhadap dua tersangka,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Kejari Metro telah memeriksa sejumlah saksi dan ahli terkait kasus tersebut.

“Pasal yang di sangkakan kepada tersangka yaitu pasal 2 dan pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi yang ancaman maksimal 20 tahun penjara. Tidak ada perlawanan pada saat akan di jemput. Kami lakukan pemanggilan, mereka hadir dan juga menerapkan protokol kesehatan, sebelumnya kita lakukan rapid antigen yang hasilnya non reaktif,” tegasnya.(rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *