Anjal di Metro Nekad Ngeledek Anggota Pol-PP, Ehh.. Ketangkep saat Razia

Dua orang anak jalanan diamankan anggota Satuan Pol-PP Kota Metro./rd

Cilukba.co, Metro–Anak jalanan di Kota Metro terbilang nekat. Sebab, mereka berani meledek anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) setempat dengan meneriaki dan memamerkan bokongnya.

Kejadian lucu namun tak pantas untuk ditiru itu terjadi saat Sat Pol-PP Kota Metro melakukan razia ketertiban umum disejumlah persimpangan lampu merah diwilayah setempat, Kamis (28/1/2021).

Lantaran kesal diledeki. Anggota Satpol yang melakukan razia berupaya mengejar anak jalanan tersebut. Apes bagi Anjal itu, sebab dia berhasil diamankan anggota Satuan Pol-PP.

Setelah berhasil diamankan, Anjal tersebut kemudian diberikan pembinaan agar tidak berkeliaran dan mengganggu ketertiban umum diwilayah setempat.

Kasi Tibbum (Ketertiban Umum) Dinas Sat Pol-PP Kota Metro, Suaji mengatakan penertiban tersebut sesuai intruksi Walikota Metro dalam penegakkan Perda demi menjaga Kota Metro tetap aman, nyaman, dan kondusif.

“Razia ini rutin kami lakukan. Mengingat banyaknya laporan masyarakat soal anak jalanan yang keluyuran di persimpangan lampu merah dan meresahkan pengguna jalan,” kata dia mewakili Kasat Pol-PP Kota Metro, Imron Roni.

Dia menjelaskan, lokasi yang menjadi sasaran penyisiran Anjal diantara: lampu merah 22 Hadimulyo Barat, lampu merah 16 Mulyojati, lampu merah Ganjaragung, lampu merah taman merdeka, lampu merah SD tingkat Metro Barat.

“Ada tujuh lokasi yang kita sisir. Karena lokasi ini yang kerja dijadikan tempat mangkat anak-anak jalanan ini,” ungkapnya.

Setelah diamankan, lanjut dia, Anjal kemudian diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya keluyuran dipersimpangan lampu merah.

“Kami beri pembinaan dan menulis surat pernyataan tidak keluyuran lagi di sekitaran lampu merah. Lalu, anak-anak ini kami pulangkan ke orang tuanya untuk dibina,” ujarnya.

Menurut dia, Anjal yang kerap keluyuran di lampu merah sekitar Kota Metro berasal dari daerah luar kota setempat.

“Anak-anak ini sebenarnya bukan warga Metro. Kebanyakan mereka berasal dari Bandarlampung dan luar daerah lainnya,” pungkasnya.(rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *