Dinilai Bermasyarakat, Ampian-Rudy Junjung Tinggi Kebhinekaan

Rudy Santoso (pakai Blankon khas jawa)./Ist

Cilukba.co, Metro – Calon Walikota dan Wakil Walikota Metro Ampian Bustami dan Rudy Santoso (ABDY) dinilai masyarakat sebagai pasangan yang dicintai dan pemersatu semua suku, agama serta golongan.

Bahkan, sebagian masyarakat Metro menjuluki Ampian Bustami dan Rudy Santoso calon pemimpin pemersatu semua suku atau etnis yang ada di daerah yang berjuluk Bumi Sai Wawai.

Alasan warga mendukung Ampian-Rudy (ABDY), karena meskipun Ampian Bustami suku Lampung, Dimata masyarakat sosok pemimpin yang tidak membedakan suku agama dan golongan, semuanya menyatu dalam kebhinnekaan. Begitu juga dengan Rudy, anak muda suku Jawa mampu bergaul dengan semua golongan dan lapisan masyarakat.

‘’Pak haji Ampian itu walau suku Lampung sama seperti saya, tapi sama orang Batak, Jawa, Padang, Sunda dan Palembang dia dekat dan tidak pernah membeda bedakan suku atau memprioritaskan salah satu suku,’’ ujar Sendi warga Hadimulyo Barat, Sabtu (14/11/2020).

Senada disampaikan Sutanto warga Ganjarasri Metro Barat, Kota Metro dikenal sebagai daerah multietnis terbagi atas berbagai macam suku, golongan, dan agama.

Menurutnya, pasangan Ampian-Rudy menjadi pemimpin Kota Metro nantinya tidak ada lagi perbedaan antara suku, agama, dan golongan.

“Saya pernah bertemu sama pak Ampian dan mas Rudy ketika kedua pasangan ini berkunjung ke pasar, kebetulan mereka mampir ke toko saya, sepintas saya menilai keduanya pasangan yang serasi dan tidak membeda bedakan asal usul apalagi suku, kebetulan saya kan suku Jawa sama dengan mas Rudy, dia menyapa saya menggunakan bahasa nasional padahal mas Rudy bisa berbahasa Jawa,” cetus Tanto.

Menurut dia, ham tersebut sebuah bukti bahwa Ampian-Rudy dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Metro ingin membangun daerah ini lebih baik. Tidak ada lagi namanya pemilihan suku dan agama semua akan diakomodir olehnya.

Rudy Santoso calon wakil walikota saat ditemui di posko pemenangan tim ABDY, mengaku terharu dengan dukungan yang terus mengalir dari masyarakat Metro.

‘’Ini menjadi semangat kami bersama pak Ampian untuk melanjutkan pembangunan di Kota Metro seutuhnya, jikalau saya memakai blankon bukan karena memakai politik identitas tapi karena menghargai budaya,
Saya hanya ingin hidup bersilaturahmi kepada semua umat, semua golongan, semua kaum, dan budaya agar keanekaragaman kita ini utuh menjadi satu seperti halnya pelangi yg indah dengan aneka warna,” ungkap Rudy.

Ditambahkannya, sebagai anak muda tidak paham politik namun dirinya paham dan selalu mengingat pesan kedua orang tuanya.

“Jangan pernah mengecilkan orang lain karena itu tidak akan membuatmu menjadi besar tapi lakukan semua pekerjaanmu dengan niatan ibadah, itu pesan orang tua saya yang selalu tak pegang teguh, tutupnya.

Atas dasar itu, Rudy Santoso relakan usia belianya untuk masuk kedalam sistem agar bisa membela dan berbuat untuk masyarakat kecil, karena dirinya ingat sewaktu memulai usaha pernah juga menjadi pedagang kaki lima dan paham akan apa yang mereka rasakan.(rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *