
Cilukba.co, Metro – Wakil Walikota Metro, M Rafieq Adi Pradana menyerahkan secara langsung bantuan kepada 19 korban bencana puting beliung yang terjadi di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Senin (19/5/2025).
Wakil Walikota Metro menyampaikan pemerintah bergerak cepat untuk merespons bencana yang melanda Karangrejo. Ia mengatakan bahwa sejak kejadian, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk segera menyalurkan bantuan.
“Bantuan hari ini kami serahkan dalam bentuk bahan bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah warga,” kata Wakil Walikota.
Wakil Walikota menyampaikan permohonan maaf dari Walikota Metro yang tidak bisa hadir secara langsung. Disebutkan bahwa Wali Kota sedang menjalani tugas dinas luar kota di Jakarta atas undangan dari Kementerian.
“Beliau sangat memperhatikan hal ini dan terus menanyakan kapan bantuan bisa segera turun. Meski tidak bisa hadir, beliau menitipkan salam dan permintaan maaf kepada seluruh warga yang terdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian itu menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Menurutnya, bencana bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja tanpa bisa diprediksi.
“Ini juga menjadi evaluasi bagi kami sebagai kepala daerah. Kita harus siap siaga, dan mempercepat respons dalam penanganan bencana di masa depan,” imbuhnya.
Wakil Walikota mengapresiasi gerak cepat dari jajaran kelurahan, kecamatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro yang langsung turun ke lapangan sejak hari pertama kejadian.Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun ada satu rumah warga yang mengalami kerusakan hampir total.
“Saya lihat langsung kondisinya, atap rumahnya hampir semua hilang. Tapi alhamdulillah tidak ada yang luka atau sampai kehilangan nyawa,” katanya.
Pemerintah Kota Metro berkomitmen akan terus berupaya meningkatkan kecepatan informasi dan koordinasi dalam setiap kejadian darurat. Ia berharap sistem komunikasi dan pelaporan bisa lebih cepat dan efisien.
“Ke depan, kami ingin ketika ada kejadian seperti ini, informasi bisa langsung kami terima dalam hitungan jam. Bukan hari,” katanya kepada camat dan lurah setempat.
Keterlambatan kunjungan dari pemerintah juga disebabkan karena berdekatan dengan masa libur Lebaran. Namun demikian, ia menekankan bahwa perhatian terhadap warga tetap menjadi prioritas utama.
“Kami akui, baru bisa hadir di hari ketiga setelah kejadian. Tapi itu bukan berarti kami lambat. Kami tetap pantau dan tindak lanjuti terus dari awal,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa menjamin bantuan 100 persen atas kerugian yang dialami warga. Namun, setidaknya bantuan yang diberikan bisa sedikit meringankan beban para korban.
“Kami mohon maaf jika belum bisa memberikan bantuan secara penuh. Tapi percayalah, kami hadir untuk membantu dan mendampingi Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya.
Wakil Walikota juga memuji kinerja relawan yang turun ke lokasi sejak hari pertama bencana. Menurutnya, solidaritas masyarakat dan relawan menjadi kunci utama dalam pemulihan pasca-bencana.Ia berharap agar kebiasaan gerak cepat dalam menghadapi bencana bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pemerintah, katanya, akan selalu terbuka dan siap terjun langsung ke lapangan.(Adv)