Lumpuh, Jasim Terbaring Dalam Gubuk Reot di Tanggamus

Jasim hanya bisa berbaring di atas kasur./rd

Cilukba.co, Tanggamus – terbaring tak berdaya. Begitulah kondisi Jasim (65) warga Dusun Tase Tiga, Rt/Rw 01/01, Pekon Tangkit Serdang Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

Selama delapan tahun, Jasim mengandalkan kerasnya ambal kasur untuk menopang tubuhnya yang renta selama delapan tahun terakhir.

Terlebih, rumah gubuk yang yang ia tinggal bersama anak dan istrinya kini kondisinya juga memprihatinkan. Tidak layak huni dan reot.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi mas, untuk mencari nafkah istri saya mas, semoga Allah SWT memberikan saya kesabaran dan ketabahan dalam menjalani kehidupan ini, khususnya istri saya mas,” ujar Jasim dengan terbata-bata.

Sementara, Legiyem (64) istri dari Jasim mengatakan, roda ekonomi yang serba kekurangan kini bersahabat erat dengan kehidupannya. Namun begitu, ia bersama anaknya berusaha tabah dan ikhlas menjalani hidup.

“Kejadiannya kira- kira delapan tahun yang lalu suami saya pulang dari upahan metik kopi dikampung sebelah terjatuh dari sepedanya, dari saat itu suami saya sakit dan lumpuh hingga saat ini mas,” ungkap Legiyem.

Legiyem juga mengatakan, dirinya berharap kepada dermawan khususnya pemerintah dapat memberikan bantuan untuk pengobatan suaminya sehingga dapat meringankan beban hidupnya.

Legiyem, istri Jasim.

“Jangankan untuk memikirkan rumah untuk pengobatan suami aja saya bingung, cukup untuk makan sehari-hari aja saya sudah bersyukur mas, ya itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya upahan apa saja, kalau ada tetangga yang suruh saya bantu apa aja mas yang penting halal,” tutur Legiyem sedih.

“Alhamdulillah bantuan dari pekon ada, cukup untuk makan saja mas, saya juga ucapkan terimakasih sama warga dan kepala Pekon yang sudah peduli memperbaiki rumah saya sehingga tidak roboh,” ucap Legiyem.

Di tempat terpisah, Kepala Pekon (Kakon) setempat Zakaria membenarkan keadaan warganya (red-Jasim) yang dalam keadaan lumpuh dengan ekonomi serba kekurangan.

“Walaupun beliau (red-Jasim) sudah menerima bantuan dari pemerintah berupa PKH tetapi saya selaku kakon sangat prihatin sekali melihat keadaan bapak Jasim dan keluarganya, untuk itu kami dari pihak pekon akan berusaha memberikan perhatian khusus kepada keluarga bapak Jasim,” tutur Kakon, Jumat (27/8/2021).

Zakaria yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kakon mengatakan, rumah tempat tinggal warganya tersebut jauh dari kata layak huni dan dirinya berharap kepada pemerintah hususnya dinas terkait agar dapat melihat kondisi dan keadaan warganya tersebut, sehingga dapat memberikan bantuan khususnya bantuan bedah rumah.

“Melihat tiang rumah pak Jasmin banyak keropos dan terlihat mau roboh, kita bersama warga berinisiatif menambal sulam, mencagak tiang-tiiang tersebut dengan kayu kelapa agar bisa menopang sehingga rumah tersebut tidak roboh, kami juga akan membuat proposal bantuan bedah rumah dan segera mengajukan ke dinas terkait,” ujar kakon.(rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *