Pedagang di Nuwo Intan Butuh Perhatian Pemkot Metro

Pengurus dan pedagang centra makanan Nuwo Intan saat berkunjung ke PWI Metro./rd

Cilukba.co, Metro – Pengurus dan pedagang Centra Kuliner Nuwo Intan mengeluh sepi pengunjung.

Keluhan tersebut disampaikan pengurus dan pedagang Centre Nuwo Intan dengan mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro, Jumat (15/1/2021).

Ketua harian Centra Kuliner Nuwo Intan, Sri Sundari mengatakan, nasib pedagang di Nuwo Intan saat ini memprihatinkan.

“Kami meminta pendapat dari teman-teman Wartawan di PWI untuk bersama meramaikan kembali Centra Kuliner Nuwo Intan dengan publikasi agar dapat menghidupkan kembali dan mendatangkan pengunjung. Karena sejak pembukaan beberapa bulan lalu, yang tadinya ada 30 pedagang kini tinggal sisa 9 pedagang. Padahal sebelumnya kami telah berinovasi dalam mempromosikan produk UMKM dan pedagang kuliner siap saji di sana melalui media sosial, dan beberapa kali kami gelar event live music, namun itu belum dapat maksimal menghadirkan pengunjung kesana. Kita berharap PWI berkenan membantu meningkatkan ekonomi rakyat di sektor UMKM,” ujarnya.

Sri Sundari yang berdiskusi dengan Pengurus PWI Metro dengan didampingi pedagang Prayudi M. Sholeh mengaku, bertahan di Nuwo Intan dengan sisa pedagang guna menjaga dan memanfaatkan aset pemerintah.

“Kami tetap bertahan di sana dengan sisa pedagang yang ada karena itu kan aset pemerintah yang seharusnya dapat kita manfaatkan dan kelola bersama. Karena dengan tempat yang begitu bagus dan letaknya strategis di pusat kota, kami harap PWI dapat membantu publikasi secara berkesinambungan agar Nuwo Intan dapat kembali ramai,” ujarnya.

Demi mengundang pengunjung, Pedagang di Nuwo Intan berencana merubah konsep dagang di Nuwo Intan serupa dengan Pujasera Bandar Lampung dan Titik Singgah di Iringmulyo.

“Kedepan kami akan terapkan konsep seperti Pujasera dan Titik Singgah, jadi siang dan malam bisa bersama kita ramaikan. Tapi saat ini kami konsen untuk menghidupkan waktu malam di Kota Metro, jadi tempat berkumpul para pemuda dan keluarga. Kita berharap kedepannya dapat kembali hidup dan banyak pengunjung, sehingga ekonomi masyarakat pelaku UMKM dapat kembali stabil di tengah masa pandemi ini,” pungkasnya.

Ketua PWI Kota Metro Abdul Wahab mengatakan, bahwa persoalan sepinya Centra Kuliner Nuwo Intan menjadi masalah serius dan menarik untuk dicari akar masalahnya dan dicarikan solusi. Pasalnya, meski kerap kali dibuka dengan management yang berbeda, keramaian di lokasi tersebut selalu tak bertahan lama.

“Dengan kehadiran kawan-kawan pedagang pelaku UMKM ini sangat menarik, artinya Nuwo Intan yang menjadi salah satu tempat usaha strategis yang difasilitasi Pemerintah selalu sepi pengunjung. Ini yang menjadi pertanyaan kita bersama, artinya ada pokok persoalan yang harus digali. Saya berharap pemerintah dapat segera mencari solusi agar Nuwo Intan dapat benar-benar menjadi Centra Kuliner dan pusat oleh-oleh di Metro,” kata Wahab.

Pria penyandang status Wartawan Utama tersebut juga meminta pemerintah setempat tidak lepas tangan. Ia menegaskan, sebagai warga Metro PWI siap membantu publikasi UMKM di Nuwo Intan.

“Kita harap Pemerintah kembali meninjau tata letaknya, penataan kembali. Jika perlu pagar itu dibongkar seperti permintaan pedagang agar keberadaan Nuwo Intan disana dapat dilihat dan menjadi daya tarik oleh seluruh masyarakat yang melintas di depannya. PWI siap bekerjasama dengan UMKM Nuwo Intan untuk membantu meningkatkan daya tarik pengunjung sehingga ekonomi pedagang disana berangsur membaik. PWI siap mempublikasikan di media massa agar masyarakat secara luas dapat mengetahui keberadaan Nuwo Intan Metro,” kata Wahab.

“Tentunya, jika geliat pedagang di Nuwo Intan berjalan, pastinya mreka punya peran penting dalam peningkatan PAD. Tidak itu saja, tapi menjadi Icon di metro hingga terkenal di luar daerah. Jangan sampai Nuwo intan telah dibangun tapi terkesan mubazir, tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Metro, Siti Aisyah mengaku telah berupaya memfasilitasi Centra Kuliner Nuwo Intan agar ramai pengunjung. Namun, hingga kini belum mendapatkan kabar gembira terkait peningkatan ekonomi pedagang disana.

“Kami bukan tidak peduli, namun kami telah berupaya agar Nuwo intan itu ramai. Dan terkait gerbang, itu sudah di usulkan dalam berbagai rapat koordinasi untuk di bongkar, tetapi pembongkaran harus melalui proses regulasi yang lalui. Menyikapi keluhan pedagang, kami akan segera menindaklanjuti serta mencarikan solusi,” ucapnya saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp.(rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *